Archives

Siklus Steam pada PLTU [UPDATED]

Written By tony on Kamis, 06 Oktober 2011 | 06.30

PLTU atau yang dikenal dengan pembangkit listrik tenaga uap. Dari namanya saja sudah menjelaskan secara umum bahwa pembangkit ini mengandalkan uap sebagai alat penggerak komponen utama nya yakni turbin. Uap disini dihasilkan dari air yang dipanaskan oleh boiler. secara umum siklus dari perjalanan uap itu sendiri yakni mulai dari sungai sampe menghasilkan energi listrik dan kemudian akan dikondesasikan kembali menjadi air kembali.

  1. Sebelumnya mungkin disetiap PLTU menggunakan istilah tersendiri dalam kamus mereka masing-masing. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan sendiri maksud dari make up water itu. Make up water adalah air yang pertama kali digunakan untuk dipanaskan menjadi uap. Air ini biasanya berasal dari departemen kimiawi atau bagian laboratorium yang meneliti kelayakan air yang digunakan nantinya oleh boiler. Mengapa perlu dilakukan tes kelayakan? kita tahu bahwa air mengandung banyak zat-zat dan partikel-partikel dari luar tergantung darimana air tersebut diambil ( dalam kasus ini misalnya air diambil dari muara sungai ). Jika air tersebut langsung dikirim ke boiler akan mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen boiler seperti pipa-pipa waterwall yang bisa mengalami korosi bahkan kebocoran. Itu sebabnya diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai air tersebut.
  2. air pertama yang sudah dilakukan tes kelayakan akan dikirim ke boiler dan ditampung terlebih dahulu ke sebuah tank yang disebut Make Up Water Tank.
  3. air dari make up water tank akan dikirim ke boiler melalui berbagai tahapan. Pertama, air tsb akan masuk kedalam kondensor yang bertugas sebagai kondensasi. Dari kondensor air akan mengalami diteruskan ke dearator yang sebelumnya melalui berbagai heater sehingga temperatur air tersebut akan mengalami peningkatan. Didalam dearator, air akan mengalami yang namanya penghilangan kadar oksigen dan berbagai macam jenis zat. Lebih lanjut akan dijelaskan pada bab selanjutnya mengenai dearator.
  4. Dari sini lah air akan langsung dikirim kedalam boiler. Air yang berada didalam dearator akan dipompakan masuk kedalam sebuah drum. drum pada umumnya terletak pada bagian paling atas dalam sebuah boiler. Dari drum tsb air akan masuk kedalam pipa waterwall yang sebelumnya melewati downcomer.
  5. Pada tahap ini terjadi perpindahan wujud dari cair menuju uap. air yang berubah menjadi uap tersebut akan mengalami kenaikan temperatur dan tekanan tertentu sesuai dengan requirement dari sebuah pembangkit listrik. (Akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perubahan wujud ini )
  6. Uap tersebut yang akan diteruskan ke sebuah turbin, akibat dari besarnya tekanan yang dihasilkan oleh uap tersebut membuat rotor atau sudu-sudu turbin berputar. Disini terjadi perpindahan energi panas ke energi kinetik.
  7. energi kinetik yang terjadi pada perputaran rotor turbin ini akan menghasilkan energi listrik dari sebuah generator. Perlu diketahui bahwa pada suatu pembangkit listrik tenaga uap biasanya turbin dan generator berada pada satu jalur dimana poros turbin dan generator sejajar dan tersambung melalui sebuah mekanisme yang sangat kompleks.
  8. Disini saya tidak akan menjalaskan bagaimana listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut karena akan saya jelaskan pada bab sebelumnya. saya teruskan bagaimana uap yang digunakan untuk memutar rotor tersebut akan mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Uap tersbut akan dikondesasikan kembali menjadi air dalam sebuah alat yang bernama kondesor.
  9. air yang dihasilkan dari proses kondensasi akan kembali diteruskan ke dalam boiler. Prosesnya hampir sama dari penjelasan diatas.

0 komentar:

Poskan Komentar